DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF FACEBOOK

Dampak positif dan negatif facebook

 

Dampak Positif :

1. Mempererat silaturrahmi.

Kita dapat selalu berkomunikasi dengan teman/kerabat dekat/saudara kita yang mungkin sudah sulit kita temui secara tatap muka dah rumahnya jauh dari rumah kita.

2. Mengetahui potensi diri.

Dalam facebook banyak terdapat kuis yang bermanfaat untuk mengetahui lebih banyak tentang siapa diri kita sebenarnya. Namun, kuis tersebut lebih menjuru ke ramalan dan kita ketahui bahwa kita tidak boleh 100% percaya dengan ramalan-ramalan tersebut karena anda pasti sudah paham bahwa percaya pada ramalan merupakan sebuah kesyirikan, dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

3. Media promosi.

Facebook bisa digunakan sebagai media promosi, baik promosi dalam bentuk produk, jasa, instansi, atau hal lain.
4. Sarana diskusi.
Di facebook kita bisa bergabung dengan berbagai komunitas / grup.

5. Tempat curhat.

Ini dia manfaat dari facebook yang sangat familiar karena kita bisa curhat sepuas-puasnya melalui update status terbaru kita baik kita lagi galau ataupun lagi bahagia.

  1. Sebagai media hiburan atau entertainment untuk kehidupan sehari-hari. Tapi jangan kebablasan.
  1. komunitas positif. Misalnya membuat komunitas yang berisi tentang “Menolak Penebangan Liar” dsb.
  2. Tidak ketinggalan jaman aka jadul. Dengan facebook kita dapat mengetahui informasi yang hot (baru).
  3. Media komunikasi. Facebook menyediakan fitur mail, chat dan publishing. Kita dapat berkomunikasi dengan teman yang online ataupun offline. Kita juga bisa mempublish berita hot(baru) yang kita punya.

Dampak Negatif :
1. Buang-buang waktu.

Lebih banyak waktu kita yang terbuang sia – sia hanya untuk hal yang kurang bermanfaat
Apa lagi kalau sudah kecanduan sulit untuk menghentikannya.
2. Pemborosan uang.

Ini terasa sekali jika online lewat handphone,  membuat tidak kita tidak menyadari dan tiba-tiba pulsa kita tiris/sekarat saat kita lagi asyik facebookan.

3. Malas belajar.

Mengerjakan tugas atau pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan jadi terbengkalai karena facebookan terus, akibatnya secara tidak langsung telah berjam-jam tugas itu belum selesai juga.

4. Memicu terjadinya pergaulan bebas tanpa batas.

Di dunia maya, dunia tanpa batas, seseorang bisa menjadi siapa saja dan berbuat apa saja, baik atau buruk.

5. Menurunkan kinerja. Ditengarai bahwa sebagian besar pegawai, karyawan, dosen mahasiswa menggunakan Facebook pada saat jam kerja sedang berlangsung, karena alasan jenuh, refreshing, mendinginkan otak dan lain sebagainya. Artinya, telah terjadi pengurangan waktu untuk bekerja dan menyelesaikan kewajibannya. Maka konsekuensi logisnya adalah produktivitas menjadi berkurang.

6. Perhatian terhadap keluarga berkurang. Kerapkali para pengguna membuka Facebook pada saat bercengkrama dengan keluarga. Sebuah riset di Inggris menunjukkan, waktu orang tua bersama anak-anak semakin sedikit, karena berbagai alasan, salah satunya karena Facebook. Kemungkinan dapat terjadi, seorang suami sedang menulis wall, si istri sedang membuat koment di foto, sementara anak-anak diurus pembantu. Sebuah reduksi pencapaian keluarga sakinah, mawaddah warohmah.

7. Terjadinya jaringan kehidupan sosial. Berkelana dengan Facebook sangat nyaman dan mengasyikkan. Maka, sebagian orang merasa cukup membangun berinteraksi sosial melalui Facebook saja, sehingga mengurangi frekuensi bertemu muka. Momentum bertemu muka membuahkan pembicaraan, tatapan mata, ekspresi wajah, tangis, canda dan tawa. Hal tersebut tidak dapat digantikan dengan pertemuan di dunia maya, tidak bisa ditukar oleh rentetan kata-kata bahkan video sekalipun.

8. Batasan ranah pribadi dan sosial menjadi kabur. Para Facebooker memiliki kebebasan untuk menuliskan ide, gagasan, pemikiran, bahkan perasaannya sekalipun, tanpa disadari hal tersebut tidak terlalu pantas, bahkan tidak memenuhi kelayakan etika dan estetika untuk disampaikan pada lingkup sosial. Kadang persoalan rumah tangga seseorang tanpa sadar bisa diketahui orang lain, cukup dengan hanya memperhatikan status dari orang tersebut.

9. Bocornya data rahasia pada khalayak. Tak jarang Facebooker tidak menyadari bahwa beberapa data penting yang tidak semestinya ditampilkan secara terbuka, namun karena default dari info kita terlupakan untuk menutup. Kalau memang ada yang perlu baru dibuka satu per satu sesuai kebutuhan.

 

 

10. Terjadinya pornografi. Tak dapat dihindari, sebagaimana situs jejaring sosial lainnya, tentu ada saja para pihak yang memanfaatkan situs tersebut untuk kegiatan yang berbau pornografi dan pemberitaan pada berbagai media massa, banyak yang memaparkan kejadian asusila tersebut.

11. Pemanfaatan untuk kegiatan negatif. Meskipun dalam klausul kesepakatan penggunaan Facebook telah melarang hal ini, tetap ada pihak yang memanfaatkan Facebook untuk kegiatan negatif melalui group ataupun pages. Berita paling aktual adalah terbukanya jaringan prostitusi dan traficking melalui Facebook.

12.Dapat terjadi kesalahpahaman. Facebook merupakan jaringan sosial yang sifatnya terbuka antara user dan jejaringnya, sebagaimana layaknya pada kehidupan nyata, maka gosip atau informasi miring dapat berkembang dengan sangat cepat melebihi batas ruang dan waktu. Harus disadari sepenuhnya bahwa ketika menulis pada status, wall (dinding) dan komentar di berbagai aplikasi sama saja seperti obrolan pada kehidupan nyata, bahkan efeknya mungkin lebih parah karena bahasa tulisan terkadang menimbulkan multi tafsir. Banyak terjadi kasus pemecatan seorang karyawan gara-gara menulis yang tidak semestinya di Facebook. Terjadi pula penuntutan ke pengadilan gara-gara kesalahpahaman di Facebook. Bahkan, kasus terbaru adalah pengeluaran empat siswa oleh oknum kepala sekolah. Tragis!

13. mempengaruhi kesehatan. Tentang pengaruh tersebut masih dalam perdebatan sebab belum didukung oleh argumentasi ilmiah, meski dalam sebuah artikel di media Inggris menyebutkan bahwa Facebook dapat meningkatkan stroke dan penyakit lainnya. Hal itu bukan disebabkan oleh Facebook-nya, tetapi karena kebiasaan duduk berlama-lama di depan komputer.

14. penipuan. Seperti media online lainnya, Facebook juga rentan dimanfaatkan untuk tujuan penipuan. Kita tidak akan tahu sebenarnya siapa dibalik account Facebook. Setiap orang dapat dengan mudah membuat account baru untuk keperluan yang tidak baik. Ada yang menggunakan modus berkenalan dan akhirnya menjadi akrab di dunia maya, namun ternyata ujung-ujungnya digunakan untuk melakukan penipuan atau tindakan kriminal lainnya.

Mungkin cukup hanya itu saja dampak positif dan negatifnya menurut saya, kalau kurang dan mau menambahkan sendiri silahkan hehehe :D. Pesan, gunakan teknologi baru secara bijak dan sebaik – baiknya untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang baik, bermanfaat, dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s