Permainan Melayu

Permainan tradisional melayu

 

Gasing merupakan permainan tradisional masyarakat melayu Riau yang sampai saat ini masih eksis  meski pengaruh modernisasi terus menerpa sesuai dengan perkembangan zaman.  Secara umum gasing terbuat dari kayu keras dengan bentuk badan bulat,  lonjong,  piring terbang (pipih), kerucut, silinder dan bentuk-bentuk lainnya yang merupakan ciri khas kedaerahan dengan ukuran bervariasi, terdiri dari bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki. Gasing dimainkan dengan tali yang cukup panjang dan digulungkan pada kayu bulat, runcing pada bagian bawah dan terdapat katup pada bagain atas. Dilempar dengan keras ke tanah sehingga gasing tersebut berputar dengan kencang. Aturan permainan gasing ini tergantung pada para pemainnya, untuk kalangan anak-anak biasanya menggunakan sistem bertahan lama putaran gasing. Namun yang biasa dilakukan oleh orang dewasa gasing akan diadu.

Sepak Raga, Permainan Tradisional Masyarakat Di Propinsi Kepulauan Riau

Memperkenalkan kepada anda permainan tradisional masyarakat di propinsi Kepulauan Riau yakni Sepak Raga.      Sepak Raga merupakan permainan tradisional masyarakat di Kepulauan Riau yang menjadikan bola dari anyaman rotan sebagai alat permainannya. Sepak Raga berasal dari kata Sepak dan Raga. Dalam bahasa

Melayu, Sepak diartikan tendang, sementara Raga merupakan sebutan untuk bola yang terbuat dari anyaman rotan. Bola dalam permainan Sepak Raga berdiameter sekitar 42 centimeter. Sementara beratnya mencapai lebih kurang 185 hingga 195 gram.  Sebelum kini menjadi permainan rakyat, Sepak Raga merupakan permainan kerajaan. Sekitar abad ke-15, hanya keluarga dari Kerajaan Malaka-lah yang boleh memainkan Sepak Raga.

Sementara rakyat yang bukan termasuk keluarga kerajaan, hanya boleh menyaksikan pertunjukannya saja. Namun sejak Kerajaan Malaka mengalami keruntuhan hingga kini, Sepak Raga berubah menjadi permainan rakyat. Siapa saja termasuk anda dapat menjadi pemain Sepak Raga ketika berkunjung ke propinsi Kepulauan Riau. Yang menjadi daya tarik dari permainan ini yakni kepiawaian para pemain mempertahankan bola menggunakan kedua kaki dan kepala supaya bola tidak jatuh ke tanah.

Dalam sebuah pertandingan, Sepak Raga dimainkan oleh dua tim. Setiap timnya terdiri dari 3 orang lelaki yakni seorang pemain sebagai server atau tekong, seorang sebagai apit kanan, seorang lagi sebagai apit kiri. Ketika bertanding, posisi tekong selalu berada di tengah lapangan. Tekong bertugas melempar bola ke arah lawan, menerima bola, serta menahan serangan bola dari regu lawan.

Sementara, apit kanan dan apit kiri berada di sebelah kanan dan kiri Tekong. Mereka bertugas melemparkan bola ke arah tekong, menerima serta menahan bola dari arah lawan. Kedua tim Sepak Raga bermain di sebuah lapangan yang bentuknya seperti lapangan bola voly. Antara satu daerah dengan daerah lainnya dibatasi oleh sebuah jaring pembatas atau net dari jalinan benang nylon. Tinggi jaring pembatas mencapai 1 koma 55 meter, panjang 6 koma 10 meter serta lebar mencapai lebih kurang 0 koma 7 meter.

Pertandingan Sepak Raga memiliki aturan permainan. Ketika bertanding, pemain Sepak Raga diwajibkan untuk mengenakan penutup kepala dari kain serta tidak mengenakan alas kaki. Penutup kepala menjadi pelindung kepala ketika pemain memainkan bola menggunakan kepala. Permainan pertama dilakukan oleh apit kiri atau apit kanan yang memberikan bola kepada tekong. Bola yang diterima tekong kemudian ditendang menggunakan kaki ke arah lawan.

Bola yang ditendang tekong harus mampu melewati net atau jaring pembatas daerah satu dengan daerah lawan. Ketika bola berhasil melintasi jaring pembatas, lawan harus mampu mengendalikan bola. Secara kompak dan bergantian, tekong, apit kanan serta apit kiri memainkan bola dan mempertahankannya tanpa jatuh ke tanah. Setiap pemain Sepak Raga hanya boleh mengendalikan bola menggunakan kedua kaki dan kepala. Selama bertanding, mereka tidak boleh menggunakan tangan. Tangan pemain hanya digunakan untuk melempar bola arah tekong ketika server pertama dimainkan.

Pihak yang mampu mempertahankan bola tanpa jatuh ke tanah mendapatkan poin. Namun jika bola yang mereka mainkan jatuh ke tanah, pihak pemberi bola berhak mendapatkan satu poin dan pihak lawan dinyatakan kalah satu poin. Bola berpindah posisi ketika pihak pemain tidak mampu mempertahankan bola dan bola jatuh ke tanah. Begitu seterusnya hingga pertunjukan Sepak Raga usai. Yang berhak menjadi pemenang dalam permainan Sepak Raga yakni tim dengan poin terbanyak dan mampu mempertahankan bola tanpa memberi kesempatan kepada pihak lawan untuk memainkan bola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s